Sabtu, 14 Oktober 2017

#TM7.Sun.151017.Standardization,simplification and coding

No.
Fakta
Halaman
Pemahaman
1
In the endeavour to maximize the efficiency of logistics processes by standardization, however, each company must decide for itself whether it can employ standardized processes worldwide or to what extent it needs to adapt processes to local conditions.

63
Dalam usaha untuk memaksimalkan efisiensi proses logistik oleh standarisasi, bagaimanapun, masing-masing perusahaan harus memutuskan sendiri apakah dapat menggunakan proses standar di seluruh dunia atau sejauh mana perlu menyesuaikan proses dengan kondisi lokal.
2
One of the benefits of taking a process view of the business is that it often reveals opportunities for simplification and the elimination ofnon-value-adding activities so that reliability inevitably improves.

35
Salah satu manfaat dari mengambil tampilan proses bisnis adalah sering kali mengungkapkan peluang untuk penyederhanaan dan penghapusan aktivitas tanpa nilai sehingga keandalan pasti akan meningkat.
3
Through our research into the work of Carl Jung3 and Icak Adizes4 we found the coding system that was to lead us towards the answer mentioned above – not one but three or four different behavioural patterns at most would provide an adequate fit to most if not all markets. This coding system, which we labelled P-A-D-I, is the DNA of business enterprises driven by human beings.
154
Melalui penelitian kami tentang karya Carl Jung dan Icak Adizes kami menemukan sistem pengkodean yang mengarahkan kita menuju jawaban yang disebutkan di atas - bukan satu tapi tiga atau empat pola perilaku yang berbeda paling banyak akan memberikan kecocokan yang memadai untuk sebagian besar, jika tidak semua pasar . Sistem pengkodean ini, yang kami beri label P-A-D-I, adalah DNA perusahaan bisnis yang digerakkan oleh manusia.
1. ISO 9000
Hubungan iso 9000 dengan hal hal tersebut adalah iso 9000 membahas tentang standar untuk sistem manajemen mutu. Dan darisinipun jelas hubungannya adalah tentang standardization dan simplifying. Dimana standardization berguna untuk membuat standar mutu yg baik terhadap sistem manajemen dan simplifying melakukan penyederhanaannya.
Iso 9000 mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM). Jadi jelas standardization dilakukan untuk memiliki standard yg jelas atas kualitas dan mutu. Dan simplifying terhadap pengerjaan/prosesnya agar semua jadi sederhana dan mudah.


2. ISO 14000
ISO 14000 adalah kumpulan standar-standar terkait pengelolaan lingkungan yang disusun untuk membantu organisasi untuk:
1. meminimalisir dampak negatif kegiatan-kegiatan (proses dll) mereka terhadap lingkungan, seperti menimbulkan perubahan yang merugikan terhadap udara, air atau tanah;
2. mematuhi peraturan perundangan-undangan dan persyaratan-persyaratan berorientasi lingkungan yang berlaku;
3. memperbaiki hal-hal di atas secara berkelanjutan.
Tujuan utama dari serial norma-norma ISO 14000 adalah "untuk mempromosikan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi dan untuk menyediakan perangkat yang berguna dan berfungsi - yang hemat biaya, berbasis sistem, [dan] fleksibel, dan mencerminkan organisasi yang terbaik dan praktik-praktik terbaik untuk mengumpulkan, menerjemahkan dan mengkomunikasikan informasi tentang lingkungan
Kelompok ISO 14000 mencakup terutama standar ISO 14000, yang mewakili kumpulan inti standar-standar yang digunakan oleh organisasi-organisasi untuk merancang dan menerapkan Sistem Pengelolaan Lingkungan (Environmental Management System; EMS). Standar-standar lainnya meliputi ISO 14004 yang meerupakan panduan tambahan untuk penerapan EMS yang baik, dan standar-standar yang lebih spesifik tentang aspek-aspek spesifik pengelolaan lingkungan. Tujuan utama dari serial norma-norma ISO 14000 adalah "untuk mempromosikan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi dan untuk menyediakan perangkat yang berguna dan berfungsi - yang hemat biaya, berbasis sistem, [dan] fleksibel, dan mencerminkan organisasi yang terbaik dan praktik-praktik terbaik untuk mengumpulkan, menerjemahkan dan mengkomunikasikan informasi tentang lingkungan.[3]




Dan Hubungannya adalah 
1. standardization berguna untuk membuat standar-standar terkait pengelolaan lingkungannya dan yang nantinya akan digunakan untuk dibuat kumpulan kumpulan standarnya.
2. simplifying berguna untuk menyederhanakan hal tersebut agar mudah diproses dan meminimalisir dampak negatif dari kegiatan mereka terhadap lingkungan misalnya polusi udara, air atau tanah.
3. coding berguna untuk merancang dan menerapkan Sistem Pengelolaan Lingkungan (Environmental Management System; EMS).

KESIMPULAN :
1. setiap bagian yang ada pada logistik mereka mempunyai standar.
2. pekerjaan atau proses dalam logistik dibuat sesederhana mungkin agar semua menjadi efektif dan efisien.
3. item coding berguna untuk mengidentifikasikan barang agar bisa dilacak atau diketahui info tentang barang tersebut.
4. iso 9000 membahas tentang standar manajemen mutu, dimana dalam menjaga mutu kita memiliki standar tertentu.
5. iso 14000 membahas tentang standar sistem pengelolaan lingkungan.



Reference: Global Logistics (New directions in supply chain management)

#TM6.Sat.141017.Warehousing

No.
Fakta
Halaman
Pemahaman
1
In addition, if process times are compressed in other parts of the supply chain, the economic structure of the supply system may change the appropriate locations for inventory stock points, and the short-term cost savings associated with the proposed warehouse system could be negated by a new inventory regime.
103
Penghematan biaya jangka pendek yang terkait dengan system gudang, harus mengintegrasi segala lini termasuk persediaan, agar tidak terjadinya pengabaian proses. Struktur ekonomi dari sistem pasokan dapat mengubah lokasi yang sesuai untuk titik persediaan.
2
In the example of fixings, supply of metal rods, chemicals and other materials all arrived at the factory via a range of different channels – some via direct delivery via a carrier network, others supplied in bulk to the factory warehouse, some supplied from a vendor regional warehouse or a combination of all three types of supply via a range of providers.
114
Melalui saluran yang berbeda barang dikirim sampai dipabrik, diantaranya dengan pengiriman langsung melalui jaringan pengangkut, yang lain dipasok secara massal ke gudang pabrik, beberapa dipasok dari vendor gudang regional atau gabungan ketiga jenis pasokan tersebut melalui berbagai penyedia layanan.
3
Many retailers now have higher stocks than they used to have; that requires larger warehouses and results in lower ware- house productivity.
201
Banyak pengecer sekarang memiliki persediaan lebih tinggi daripada yang biasa mereka miliki; yang membutuhkan gudang yang lebih besar dan menghasilkan produktivitas gudang yang lebih rendah.
4
Firms also have to ask customers the right questions to ensure that important and relevant criteria are captured. For example, one food manufacturer maintained a 98 per cent service level, which necessitated large inventories in many warehouse locations.
139
Perusahaan juga harus meminta pelanggan pertanyaan yang tepat untuk memastikan bahwa kriteria penting dan relevan ditangkap. Sebagai contoh, satu produsen makanan mempertahankan tingkat layanan 98 persen, yang mengharuskan persediaan besar di banyak lokasi gudang.

KESIMPULAN :

1. guna warehousing adalah untuk sebagai tempat penyimpanan barang yg ditujukan untuk menjaga barang tersebut dan merawatnya sampai barang tersebut diperlukan.
2. tata letak didalam gudang sangat berefek terhadap pengoperasiannya.
3. banyak tipe peralatan yang dapat digunakan didalam warehouse
4. banyak cara perawatan yg ada didalam warehouse
5. gudang pribadi memiliki fixed cost lbh tinggi dan operasional cost lebih rendah dari gudang umum atau publik




Reference: Global Logistics (New directions in supply chain management)

Kamis, 05 Oktober 2017

#TM5.Fri.061017.InventoryManagement

No.
Kutipan
Hal
Pemahaman
1
Primary logistics activities include  transportation, warehousing, inventory management and order processing, and usually do not physically transform or affect goods.
110
Jadi kegiatan logistik utama tidak mengubah atau mempengaruhi barang secara fisik, yang terjadi hanyalah proses perpindahan barang melalui kegiatan logistik
2
One of the most pervasive and influential factors is the interfunctional relationship between transport and other activities such as production, procurement, inventory management, warehousing and sales.
290
Hubungan antara transportasi dan kegiatan lainnya seperti produksi, pengadaan, manajemen persediaan, pergudangan dan penjualan adalah salah satu factor yang paling meresap dan berpengaruh dalam kegiatan logistic.
3
The setting of large distribution centres, often part of distribution clusters, has been a dominant trend, particularly among major retailers, which have set the standard in terms of inventory management of their supply chains
492
Pengaturan pusat distribusi yang besar, yang sering menjadi bagian dari kelompok distribusi, telah menjadi tren yang dominan, terutama di kalangan peritel besar, yang telah menetapkan standar dalam hal pengelolaan persediaan rantai pasokan mereka.

Kesimpulan :
1. manajemen persediaan harus dilakukan agar tidak jadi kekurangan stock atau stock yg menurun.
2. kita harus memiliki stock yg cukup agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan agar kepuasan pelanggan maksimal.
3. orang persediaan juga memiliki strategi dalam mengambil keputusan atas pembangunan gudang dan pengiriman per minggu juga karena semua menyangkut stock/persediaan.



Reference: Global Logistics (New directions in supply chain management)

Minggu, 01 Oktober 2017

#TM4.Sun.011017.TugasKelompok

Sumber: https://www.zacks.com/ahead-of-wall-street/

CompanySymbolPrice$Change%Change
Conn's, Inc.CONN28.152.509.75

belum mengerti saya bu yunita