TM 1 Disain Kebutuhan Peralatan
1. Equipment yang
digunakan pada saat pengirima/perpindahan (movement) :
- Kendaraan distribusi, truck (truck untuk pengangkutan
skala besar, mobil Granmax, mobil truk Ranger) sepeda motor.
- Kendaraan distribusi khusus, yaitu:
1. Dry Van :
Kendaraan atau Trailer yang semua sisi tertutup digunakan unuk pengangkutan
kargo umum atau general cargo
2. Open Top :
Kendaraan atau Trailer yang atasnya terbuka memungkinkan barang berukuran besar
dapat masuk dari atas untuk pengangkutan peralatan rumah tangga seperti lemari
pakaian yang tidak bisa dibongkar, buffet dsb.
3. Flatbed :
Kendaraan atau Trailer yang tidak memiliki sisi atas dan samping, sehingga
dapat mengangkut muatan yang melebihi kapasitas untuk pengangkutan peralatan
rumah tangga seperti kasur dengan ukuran besar, meja makan, dsb.
4. Special :
Kendaraan atau Trailer yang memiliki desain unik untuk mengangkut barang
special atau mewah untuk pengangkutan kendaraan juga bisa dan mesin-mesin yang
memiliki value yang cukup tinggi tentunya.
2. JENIS BARANG
General cargo : textile,
buku buku, spare part kendaraan, peralatan rumah tangga dll.
Kendaraan : sepeda,
sepeda motor, motor besar, jetski, Gokart dll.
3. CAKUPAN WILAYAH
(LOCAL AND INTERCITY)
1. INTERCITY
a. Common Carriers
Menggunakan General
Cargo dengan sistem LTL (Less than truck load)
1. Layanan jasa
pengiriman barang barang yang termasuk general cargo melalui transportasi darat
dengan tarif dan biaya yang efektif untuk pengiriman barang-barang pelanggan.
2. Layanan jasa
transportasi darat untuk pengiriman berbagai jenis kendaraan seperti sepeda,
sepeda motor, motor besar, jetski, Gokart dll.
b. Contract Carrier
Contract Carriers,
melakukan pengangkutan dengan sistem Truck Load atau Full Container
Load
1. Layanan jasa
pengiriman dengan menggunakan transportasi darat untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan secara khusus dalam jumlah besar / banyak maupun permintaan pelanggan
yang menginginkan pengiriman dalam satu angkutan/menggunakan satu armada tersendiri
misalnya pengangkutan barang dalam rangka pindahan rumah.
TM
2 SCM LOGISTICS CAPEX
Fungsi Supply
Chain Management
•SCM secara fisik mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir.
•SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa pelanggan atau pemakai akhur tersebut.
Ilustrasi Supply
Chain Sederhana :
Supplier → Manufacturing
→ Distribution Center →
Whole saler
→ Retailer → Customer
2. LOGISTIK
Konsep :
Logistik adalah proses pengelolaan yang strategis terhadap pemindahan dan peyimpanan bahan baku, barang setengah jadi , dan barang jadi dari pemasok, antar fasilitas perusahaan, dan ke pembeli.
Fungsi :
Mendesain
1.Sistem logistik
2.Operasional
Sistem Logistik
1.Struktur Fasilitas
2.Transportasi
3.Persediaan
4.Komunikasi
5.Penanganan dan penyimpanan
TUJUAN :
1.Menentukan total cost
2.Time
3.Place
4.Quality
5.Quantity
3. CAPITAL EXPENDITURE
•Konsep :
Capital Expenditure merupakan biaya-biaya modal yang di keluarkan dalam rangka memperoleh aset tetap,
yang berupa pembelian, pergantian, perbaikan, dan meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif suatu asset tetap. Sehingga memperpanjang manfaat aset tetap biaya yang di keluarkan di masa depan atau di masa yang akan datang.
TM 3 Material Knowledge Pembagian Barang Pengadaan Barang
Material
Knowledge
(Pembagian Barang dan Pengadaan Barang)
(Pembagian Barang dan Pengadaan Barang)
Characteristics
Karakteristik bahan
mempengaruhi penanganan, meliputi:
• Ukuran (lebar, kedalaman, tinggi);
• Berat (berat per-item, atau per-satuan volume);
• Bentuk (bulat, persegi, panjang, persegi
panjang, tidak teratur);
• Dan lainnya (licin, rapuh, lengket, ledakan,
beku).
Pembagian Barang: HS
Nomencluture 2017
• SECTION I: PRODUK HEWAN.
Contoh: Hewan Hidup
0101-2017E
• SECTION II: PRODUK NABATI
Contoh: pohon hidup dan tanaman lainnya
0206-2017E
• SECTION III: LEMAK DAN MINYAK HEWANI DAN NABATI
Contoh:
lemak hewani atau nabati dan
minyak 0315-2017E
• SECTION IV: BAHAN MAKANAN SIAP, MINUMAN, TEMBAKAU
• SECTION V: PRODUK MINERAL
• SECTION VI: PRODUK KIMIA
• SECTION VII: PLASTIK, KARET
• SECTION
VIII:
KULIT MENTAH, KULIT BERBULU
• SECTION
IX: KAYU
• SECTION
X:
bahan dari kayu ,kertas atau kertas karton; kertas dan kertas karton
• SECTION
XI:
tekstil
• SECTION
XII:
alas kaki, berjalan-tongkat, seat-tongkat, bulu siap dan artikel , bunga
buatan; artikel rambut manusia.
• SECTION
XIII:
artikel batu,produk keramik dan kac
• SECTION
XIV:
logam mulia, logam dilapisi logam mulia dan barang daripadanya; imitasi
perhiasan; koin
• SECTION
XV:
logam mulia dan barang dari logam tidak mulia
• SECTION
XVI:
mesin dan peralatan mekanis; peralatan listrik,televisi image dan suara perekam
dan reproduksi.
• SECTION
XVII:
kendaraan, pesawat, kapal dan terkait perlengkapan pengangkutan
• SECTION
XVIII:
optik, fotografi, sinematografi, ukur, peneliti, precision, medis atau instrumen
bedah dan perangkat; jam dan arloji; alat-alat musik; bagian dan aksesorinya
• SECTION
XIX:
arms dan amunisi
• SECTION
XX:
artikel diproduksi
- SECTION
XXI: karya
seni, pieces dan barang antik kolektor
Pengadaan
Barang:
Purchasing & Supply:
Purchasing & Supply:
• Pengertian: satu diantara link kunci dalam pasokan
rantai dan dengan demikian memiliki signifikan pengaruh pada keberhasilan
keseluruhan organisasi.
• Secara umum, beberapa kegiatan yang termasuk
dalam tugas pengadaan antara lain:
(a) Perencanaan pembelian,
(b) membuat prosedur standar pengadaan barang/jasa,
(c) membuat spesifikasi barang/jasa yang dibutuhkan secara detail dengan informasi yang didapat dari departemen/bagian lain yang memintanya,
(d) pencarian supplier/vendor yang tepat dengan melihat penawaran serta rekam jejaknya secara detail
(a) Perencanaan pembelian,
(b) membuat prosedur standar pengadaan barang/jasa,
(c) membuat spesifikasi barang/jasa yang dibutuhkan secara detail dengan informasi yang didapat dari departemen/bagian lain yang memintanya,
(d) pencarian supplier/vendor yang tepat dengan melihat penawaran serta rekam jejaknya secara detail
(e) membuat perbandingan
biaya pembelian dari supplier/vendor
(f) negosiasi harga, jangka waktu pembayaran (term of payment),pengiriman (shipping), dll.
(g) memutuskan pembelian dari suplier/vendor
(h) membuat kontrak
(i) melakukan kontrol jumlah persedian di gudang
(j) menerima tagihan pembayaran dari vendor/supplier
(f) negosiasi harga, jangka waktu pembayaran (term of payment),pengiriman (shipping), dll.
(g) memutuskan pembelian dari suplier/vendor
(h) membuat kontrak
(i) melakukan kontrol jumlah persedian di gudang
(j) menerima tagihan pembayaran dari vendor/supplier
Managing
the Suppliers
• Perusahaan
harus merencanakan cukup untuk meminta perintah dari pemasok dengan lead time
diterima dan tanpa beberapa perubahan.
• Menggabungkan
tingkat layanan yang sesuai dan metrik perjanjian.
• Menghabiskan
waktu yang sama menyelaraskan insentif dan hukuman.
Collaborative
Planning,Forecasting and Replenishment
• Kolaboratif
proses dimana dua Perusahaan bekerja sama meningkatkan efisien
• Informasi
mengenai kegiatan promosi dibagikan ke pemasok
• Dimana
biaya yang lebih tinggi mungkin timbul dari salah satu pihak dalam rantai
pasokan
• Organisasi
besar seperti procter dan Gamble sukses ditemukan menggunakan proses
Material Handling
Equipment: Principle of Material Handling
• Terdapat 10 Prinsip Penanganan Material
Handling yang dikompilasi oleh College-Industry Council on Material
Handling Education (CIC-MHE) yang bekerja sama dengan Material Handling
Institute (MHI) yang mewakili distilasi selama bertahun-tahun dan diakumulasi
dari pengalaman dan pengetahuan dari banyak praktisi dan mahasiswa:
• Planning Principle
• Standardization
Principle
• Work Principle
• Ergonomic
Principle
• Unit
Load Principle
• Space
Utilization Principle
• System
Principle
• Automation
Principle
• Environmental
Principle
• Life
Cycle Cost Principle
1. Planning Principle
Kebutuhan pada material,
tujuan kinerja (seperti memfokuskan pada masalah-masalah, kebutuhan masa depan,
tujuan material handling , mempromosikan rekayasa produk desain proses, dan
tata letak proses), dan spesifikasi fungsional pada metode yang telah disusulkan
sepenuhnya telah ditentukan sejak awal.
2. Standardization Principle
Metode MH yang telah ditentukan, peralatan, pengendalian dan software harus distandarisasikan dalam batas-batas pencapaian tujuan kinerja secara
keseluruhan. Yang mencakup metode
dan peralatan yang dapat melakukan berbagai tugas di dalam berbagai operasi
atau bersifat fleksibilitas,
modularitas dan throughput.
3. Work Principle
Ukuran
kerja adalah penanganan aliran material (volume, berat atau menghitung waktu
per unit) dikalikan dengan jarak perpindahan harus diminimalkan tanpa mengorbankan produktivitas atau
tingkat pelayanan yang dibutuhkan operasi.
4. Ergonomic Principle
Penanganan bahan dan
peralatan pada tempat kerja harus dirancang dengan baik demi memastikan operasi
yang aman dan efektif bagi pekerja.
5. Unit Load Principle
Beban
unit harus berukuran tepat dan dikonfigurasi sesuai dengan aliran material dan
tujuan persediaan pada setiap tahap dalam rantai pasokan. Ukuran
beban dan komposisi bahan dapat berubah sesuai gerakan material dan produk
melalui tahap dari proses manufaktur dan distribusi yang dihasilkan.
6. Space
Utilization Principle
Ruang dalam MH (seperti
ruang atau lorong, pengaturan tata letak daerah penyimpanan, dan
jalur transportasi material) harus
dibuat dengan efektif dan efisien.
7. System
Principle
Kegiatan pergerakan dan
penyimpanan bahan harus terintegrasi ke dan terkoordinasi. Sistem operasional
yang mencakup penerimaan, inspeksi, penyimpanan, produksi, perakitan, kemasan,
unitizing, pemilihan pesanan, pengiriman, dan transportasi, dan penanganan pengembalian. Salah
satunya adalah persyaratan pelanggan yaitu mengenai kuantitas, kualitas, dan
pengiriman tepat waktu yang harus dipenuhi.
8. Automation
Principle
Penanganan
bahan operasi harus mekanik atau otomatis yang mana layak untuk meningkatkan
efisiensi operasional, meningkatkan daya tanggap, meningkatkan konsistensi dan
prediktabilitas. Semua item diharapkan akan ditangani otomatis dan harus
memiliki fitur yang mengakomodasi mekanik dan penanganan otomatis.
9. Environmental
Principle
Memikirkan dampak
lingkungan dan pemakaian energi ketika merancang dan memilih peralatan
alternatif juga mendesain sistem sesuai dengan fungsinya dan
kesesuaiannya dengan lingkungan.
10. Life Cycle Cost Principle
Sebuah analisis ekonomi
menyeluruh harus memperhitungkan seluruh siklus hidup semua MHE (Material
Handling Economic) dan sistem yang dihasilkan.
Mencakup semua arus kas
yang akan terjadi antara waktu per biaya Juga mencakup penanaman modal,
instalasi, setup dan peralatan pemrograman, pelatihan, pengujian sistem dan
penerimaan, operasi (tenaga kerja, utilitas, dll), pemeliharaan dan perbaikan,
menggunakan kembali nilai, dan akhir pembuangan.
Material Handling
Equipment:
The Unit Load Concept
The Unit Load Concept
·
Pengertian: Sebuah Unit beban baik satu unit item, atau
beberapa unit sehingga diatur atau dibatasi bahwa mereka dapat ditangani
sebagai satu kesatuan dan menjaga integritas.
·
Keuntungan:
1. Barang yang berlebih dapat ditangani pada saat
yang sama, sehingga mengurangi jumlah perjalanan yang dibutuhkan dan berpotensi
mengurangi biaya penanganan, bongkar muat kali, dan kerusakan produk.
2. Memungkinkan penggunaan standardized material
handling equipment.
·
Kerugian:
1. Waktu yang dihabiskan membentuk dan merusak unit
load.
2. Biaya kontainer/ palet dan bahan beban menahan
lainnya yang digunakan dalam unit beban.
3. Wadah kosong/ palet mungkin perlu kembali ke
titik asal mereka.
·
Cara Dasar untuk
mengendalikan Unit Load:
1. Self-restraining-satu
atau lebih unit yang dapat mempertahankan integritas mereka ketika ditangani
sebagai satu item. (misalnya,
bagian tunggal atau saling bagian)
2. Platform-palet
(kertas, kayu, plastik, logam), meluncur (logam, plastik)
3. Lembar-slipsheets
(plastik, kardus, kayu lapis)
4. Panci Reusable wadah-tote, pallet
kotak, kotak skid, sampah, keranjang, wadah massal (misalnya, barel), peti
kemas
5. Wadah-karton, tas, peti sekali pakai
6. Rak-rak
7. Beban
stabilisasi-tegap, shrink-wrapping, stretch-pembungkus, lem, tape, kawat, karet.
·
Cara Dasar untuk
memindahkan Unit Load:
1. Penggunaan pengangkat massa beban (misalnya,
palet dan truk fork).
2. Memasukkan unsur angkat ke dalam tubuh beban (misalnya,
sebuah kumparan baja).
3. Meremas beban antara dua permukaan angkat (misalnya,
mengangkat karton cahaya antara tangan, atau penggunaan klem karton pada truk
tumpangan).
4. Dengan menyingkirkan beban (misalnya,
hoist dan derek).
Major
Equipment Categories
• Terdapat lima kategori utama:
1. Transport Equipment
-Peralatan yang
digunakan untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain (misalnya,
antara tempat kerja, antara loading dock dan area penyimpanan, dll).
-Subkategori utama
peralatan transportasi conveyor, crane, dan truk industri. Material juga dapat
diangkut secara manual tidak menggunakan peralatan.
2. Positioning
Equipment
-Peralatan yang
digunakan untuk menangani material pada satu lokasi (misalnya, untuk memberi
makan dan / atau memanipulasi bahan sehingga berada pada posisi yang benar
untuk penanganan selanjutnya, mesin, transportasi, atau penyimpanan).
-Tidak seperti peralatan
transportasi, peralatan positioning biasanya digunakan untuk menangani di
tempat kerja tunggal. Material juga dapat diposisikan secara manual tidak
menggunakan peralatan.
3. Unit
Load Formation Equipment
-Peralatan yang digunakan untuk membatasi
material sehingga dapat mempertahankan integritas mereka ketika ditangani beban
tunggal selama pengiriman dan penyimpanan. Jika material Self-restraining
(misalnya, bagian tunggal atau saling bagian), maka mereka dapat dibentuk
menjadi beban unit tanpa peralatan.
4. Storage
Equipment
-Peralatan yang
digunakan untuk memegang atau penyangga material selama periode waktu. Beberapa
peralatan penyimpanan mungkin termasuk pengangkutan bahan (misalnya, mesin S /
R dari AS / RS, atau komidi putar penyimpanan). Jika bahan yang blok ditumpuk langsung
di lantai, maka tidak ada peralatan penyimpanan yang diperlukan.
5. Identification and Control Equipment
-Peralatan yang digunakan untuk mengumpulkan dan
mengkomunikasikan informasi yang digunakan untuk mengkoordinasikan aliran
material dalam fasilitas dan antara fasilitas dan pemasok dan pelanggan.
Identifikasi bahan dan kontrol terkait dapat dilakukan secara manual tanpa
peralatan khusus.
DAFTAR PUSTAKA
• Web: Kay, M.G. (2012). Material Handling Equipment. Retrieved
from http://www.ise.ncsu.edu/kay/Material_Handling_Equipment.pdf .
• World Customs Organization Harmonized Code. Feature
HS Nomenclature 2017. 30 November 2016. http://www.wcoomd.org/en/topics/nomenclature/instrument-and-tools/hs-nomenclature-2017-edition/amendments-effective-from-1-january-2017.aspx.
• The
Handbook of Logistics and Distribution Management 4th edition edited by Alan
Rusthon, Phil Croucher, Peter Baker
TM4 ASSET-LIFECYCLE&DISPOSAL
Penghapusan
aset
Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik
daerah/perusahaan dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari
pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna
dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang
berada dalam penguasaannya.
Klasifikasi Aset Tetap
Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan
dalam sifat atau fungsinya.
Klasifikasi aset tetap adalah sebagai berikut:
1. Tanah Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap
ialah tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan
operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Tanah merupakan aset
pemerintah yang sangat vital dalam operasional pemerintahan dan pelayanan
kepada masyarakat.
2. Peralatan dan Mesin Peralatan dan mesin mencakup
mesin-mesin dan kendaraan bermotor, alat elektonik, inventaris kantor, dan
peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12
(dua belas) bulan dan dalam kondisi siap pakai.
3. Gedung dan Bangunan Gedung dan bangunan mencakup
seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam
kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan Jalan, irigasi, dan
jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah
serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap
dipakai.
5. Aset Tetap Lainnya Golongan aset ini jelas jelas
disebutkan dalam Permendagri No.17 Tahun 2007 yang terdiri atas buku
perpustakaan, buku terbitan berkala, barang-barang perpustakaan, barang
bercorak kesenian/kebudayaan, serta hewan/ternak dan tumbuh tumbuhan.
6. Konstruksi dalam Pengerjaan Golongan barang ini
dicatat sebesar biaya yang di keluarkan sampai dengan akhir masa pengerjaan
pada tahun yang bersangkutan.
Penghapusan aset tetap dari daftar barang milik
daerah oleh Pemerintah Kota Tomohon dilakukan karena keadaan aset tetap yang
tidak lagi optimal dalam penggunaannya dan ada aset tetap yang dijadikan objek
dalam penyertaan modal pemerintah. Penghapusan tidak dilakukan dengan cara
dijual maupun dimusnahkan. Pengahapusan yang dilakukan berdasarkan Keputusan
Walikota No.266 Tahun 2014 menunjukkan telah ada 6 unit aset tetap yang telah
dihapus dari Dinas PPKAD yang disertakan sebagai modal pemerintah.
REFERENSI
Analisis pengelolaan aset tetap - M.S. Kolinug., V.
Ilat., S. Pinatik. - Jurnal EMBA - 2015 - Vol.3 - No.1 - Page 818-830
TM
5 Material Requirements Planning
Flexibel fulfi lment
Flexibel fulfi lment adalah metode manufaktur yang
mencoba untuk menunda definisi akhir dari suatu produk ke tahap terakhir mungkin
dalam rantai pasokan - maka deskripsi populer 'penundaan' untuk sistem ini.
Keuntungan yang diperoleh dari metode ini dapat
dramatis, terutama di mana perusahaan perdagangan pada skala global. Jika
produsen memasok barang di seluruh dunia, maka stok produk jadi mungkin harus
disimpan untuk setiap jenis yang berbeda dari power supply, sangat mungkin di
atau dekat dengan pasar tertentu dalam pertanyaan.
Metode ini memiliki implikasi yang cukup untuk
desain produk dalam produk perlu dirancang sehingga setiap variasi didikte oleh
pasar dapat disesuaikan dengan mengubah modul saja.
Manufaktur laptop dengan keyboard yang tidak mudah digantikan untuk lain
menciptakan persediaan besar bahasa - atau saham alfabet khusus di
negara-negara. Penundaan berarti bahwa sebagian besar laptop yang diproduksi
dan dikirim di seluruh dunia, tetapi definisi akhir dari produk hanya terjadi
ketika keyboard alfabet khusus terpasang.
Metode ini memiliki implikasi yang cukup untuk
desain produk dalam produk perlu dirancang sehingga setiap variasi didikte oleh
pasar dapat disesuaikan dengan mengubah modul saja.
Manufaktur laptop dengan keyboard yang tidak mudah digantikan untuk lain
menciptakan persediaan besar bahasa - atau saham alfabet khusus di
negara-negara. Penundaan berarti bahwa sebagian besar laptop yang diproduksi
dan dikirim di seluruh dunia, tetapi definisi akhir dari produk hanya terjadi
ketika keyboard alfabet khusus terpasang.
Referensi :
The Handbook of Logistics & Distribution
Management -Rushton, Croucher, Baker (2010) 4th Eds/ page: 159-169
TM 6 Persediaan dan Pemeliharaan Suku Cadang
INVENTORY
Keputusan mengenai jumlah persediaan yang perusahaan
harus terus dan lokasi dalam sebuah perusahaan logistik jaringan sangat penting
untuk memenuhi kebutuhan layanan pelanggan dan harapan. Tetapi berpotensi, ada
biaya besar terkait dengan memegang persediaan.
Sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan dan
biaya layanan yang tepat. Bab ini menetapkan untuk menjelajahi konsep-konsep
dasar di balik persediaan memegang keputusan. Di bagian rst fi bab, alasan
utama untuk menahan saham dianggap. Banyak jenis persediaan kemudian
dijelaskan. Ini termasuk bahan baku saham melalui rantai pasokan barang jadi
saham. Implikasi dari persediaan memegang kebijakan pada fungsi logistik
lainnya yang disorot, dengan penekanan khusus pada kebutuhan untuk memberikan
keseimbangan antara biaya dan layanan yang ditunjukkan di atas. Perlu
menghindari optimasi sumber daya logistik juga dibahas.
Sistem pengisian dua utama persediaan dijelaskan.
Ini adalah Tinjauan periodik dan sistem menyusun ulang titik tetap. Juga
diuraikan adalah dampak yang permintaan pengguna akhir
perubahan memiliki persyaratan lebih lanjut atas
rantai pasokan. Cara untuk mengenal pasti menyusun ulang jumlah menggunakan EOQ
metode dijelaskan, dan itu akan dicatat bahwa sangat penting untuk
memperhitungkan faktor-faktor lain ketika menentukan jumlah pesanan dengan cara
ini.
Dua metode peramalan permintaan dibahas, bergerak
rata-rata dan eksponensial merapikan.
Itu juga akan ditampilkan bahwa permintaan dapat
dipecah menjadi tren, faktor musiman dan acak.
The need to hold stocks
Ada sejumlah alasan mengapa sebuah perusahaan
mungkin memilih atau perlu memegang saham produk yang berbeda. Dalam
perencanaan sistem distribusi apapun, penting untuk menyadari alasan ini, dan
untuk memastikan bahwa konsekuensi yang memadai tetapi tidak berlebihan tinggi
tingkat stok. The
alasan yang paling penting untuk memegang saham
adalah untuk memberikan buffer antara penawaran dan permintaan.
Hal ini karena hampir mustahil untuk menyinkronkan
atau keseimbangan persyaratan tepat permintaan dengan tingkah pasokan. Ini dan
alasan penting lainnya adalah diringkas, sebagai berikut:
• Agar turun biaya produksi. Sering itu mahal untuk
mendirikan mesin, sehingga produksi
berjalan harus selama mungkin untuk mencapai unit
biaya rendah. Hal ini penting, namun, untuk menyeimbangkan biaya ini dengan
biaya memegang saham.
• Untuk mengakomodasi variasi dalam permintaan.
Permintaan produk tidak pernah sepenuhnya biasa sehingga akan bervariasi dalam
jangka pendek, oleh musim, dll. Untuk menghindari saham-Out, oleh karena itu,
beberapa tingkat keselamatan saham harus diadakan.
• Untuk mempertimbangkan variabel pasokan (memimpin)
kali. Keamanan tambahan saham diadakan untuk menutupi setiap keterlambatan
pengiriman dari pemasok.
• Membeli biaya. Ada biaya administrasi yang terkait
dengan meningkatkan perintah, dan untuk meminimalkan biaya ini perlu mengadakan
persediaan tambahan. Penting untuk menyeimbangkan elemen-elemen ini
administrasi dan memegang saham, dan untuk ini kuantitas tatanan ekonomi (EOQ)
digunakan.
• Untuk mengambil keuntungan dari diskon kuantitas.
Beberapa produk yang ditawarkan di unit biaya yang lebih murah jika mereka
dibeli dalam jumlah besar.
• Untuk memperhitungkan fluktuasi musiman. Ini
mungkin alasan permintaan dimana produk populer di masa puncaknya. Untuk
memenuhi hal ini sementara tetap mempertahankan tingkat yang bahkan
produksi, saham perlu dibangun melalui sisa tahun.
Pasokan variasi juga dapat terjadi karena barang yang diproduksi hanya pada
waktu tertentu sepanjang tahun. Hal ini sering berlaku untuk produksi pangan
utama yang mana, misalnya, saham besar menghasilkan waktu panen.
• Untuk memungkinkan spekulasi harga fluktuasi.
Harga produk utama dapat berfluktuasi karena berbagai alasan, sehingga beberapa
perusahaan membeli dalam jumlah besar untuk melayani untuk ini.
• Untuk membantu produksi dan distribusi operasi
berjalan lebih lancar. Di sini, saham dipercayai 'decouple' dua kegiatan yang
berbeda.
• Untuk menyediakan pelanggan dengan layanan
langsung. Hal ini penting di beberapa pasar yang sangat kompetitif bagi
perusahaan untuk menyediakan barang-barang segera mereka diperlukan (ex-stock).
• Untuk meminimalkan keterlambatan produksi yang
disebabkan oleh kekurangan suku cadang. Hal ini penting tidak hanya untuk
perawatan berkala, tetapi terutama untuk kerusakan mahal tanaman dan mesin.
Dengan demikian, suku cadang diadakan untuk meminimalkan shutdowns tanaman.
• Karya dalam proses. Ini memfasilitasi proses
produksi dengan memberikan setengah jadi saham antara proses yang berbeda.
Referensi:
The Handbook of Logistics & Distribution
Management
Alan Rushton, Phil Croucher, Peter Baker (2010) 4th
Eds
Tidak ada komentar:
Posting Komentar